Jumat, 11 November 2011

Fahrenheit

Namanya terabadikan pada salah satu alat ukur suhu yaitu skala Fahrenheit. Berkebangsaan Jerman, Fahrenheit sebenarnya dikenal sebagai ahli pembuat peralatan. Nama lengkapanya adalah Gabriel Daniel Fahrenheit. Ia lahir di Danzig pada 14 Mei 1686. Sejak usia 15 tahun Fahrenheit telah ditinggalkan kedua orang tuanya yang tewas bersamaan dalam suatu kecelakaan pada 14 Agustus 1701. Sepeninggal kedua orang tuanya ia merantau ke Amsterdam, Belanda. Fahrenheit lalu bekerja menjadi penjaga toko. Setelah empat tahun menjalani pekerjaannya, ia terinspirasi untuk membuat berbagai peralatan yang menunjang penelitian fisika, Saat itu ia memilih membuat glassblower. Meskipun tinggal di Amsterdam, tetapi ia sering mengadakan perjalanan ke Inggris untuk mengikuti berbagai workshop yang akhirnya mengantarnya menjadi anggota Royal Society. Fahrenheit juga mencoba membuat termometer. Ia berhasil menyelesaikan pembuatan dua termometer pertamanya tahun 1714. Ia mengisi termometer itu dengan alkohol dan sangat tepat pembacaannya. Ia membubuhkan bilangan skala pada termometer buatannya dan menamakan dengan skala Fahrenheit atau disingkat F. Saat itu ia belum mampu mengalibrasi termometer buatannya itu dengan termometer buatan orang lain dan termometer jenis lain. Segera setelah penciptaannya itu sukses, ia menggagas untuk mengganti isi termometer dengan bahan raksa. Dalam usaha menyelesaikan penelitiannya yang didasarkan pada pekerjaan G. Amontons, ia menemukan titik didih air atau zat cair lain. Raksa diketahui mengalami ekspansi atau pengembangan volume. Eksperimen tersebut menuntunnya pada penemuan bahwa titik didih air bervariasi seiring dengan perubahan tekanan atmosfer. Fahrenheit juga menemukan fenomena supercooling air, yaitu air didinginkan di bawah titik beku normal tanpa mengubahnya menjadi es. Dengan memperhatikan beberapa faktor dan pertimbangan tertentu, Fahrenheit akhirnya menentukan skala antara titik beku dan titik didih air dalam rentang 0 hingga 212. Tahun 1724, Fahrenheit mengumumkan metodenya membuat termometer dalam jurnal Philosophical Transaction yang di terbitkan oleh the Royal Society. Ia menulis khususnya dalam penskalaan, " ... degree 48, which in my thermometers holds the middle place between the limit of the most intense cold obtainable artificially in a mixture of water, of ice, and of sal ammoniac or even of sea salt, and the limit of heat which is found in the blood of a healthy man." Artinya: 48 derajat dalam termometer Fahrenheit berada pada daerah tengah antara suhu campuran air, es, dan amoniak atau garam laut dengan panas yang ditemukan dalam darah manusia sehat. Selanjutnya temperatur tubuh manusia dan campuran titik beku sebagai parameter patokan. Ia mengeset 0 sebagai temperatur campuran, 32 sebagai temperatur air dan es, serta 212 sebagai bilangan skala pilihannya untuk titik didih air. Termometer Fahrenheit mendapat penghargaan sangat besar. Ia sangat sukses berkat keputusannya menggunakan raksa. Bagaimanapun detail teknik pembuatan termometernya tidak pernah terlupakan samapi lebih kurang 18 tahun lamanya. Di Eropa skala Fahrenheit terus di gunakan sejak penemuannya dikukuhkan sampai dengan munculnya skala Celsius pada 1742. Termometer dengan skala Fahrenheit masih digunakan hingga saat ini oleh sebagian besar masyarakat Amerika. Fahrenheit yang tetap membujang dan menetap di Belanda meninggal dunia pada 16 September 1736. Jasadnya dikebumikan di kota Den Haag.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar